Postingan

Terjemahan Khuddakapatha Pali

ඛුද්දකනිකායේ Khuddakanikāye ඛුද්දකපථපාළි Khuddakapathapāli I. සරණත්තයං Saraṇattayaṃ PERLINDUNGAN බුද්ධං සරණං ගච්ඡාමි Buddhaṃ saraṇaṃ gacchāmi Aku pergi berlindung pada Buddha ධම්මං සරණං ගච්ඡාමි Dhammaṃ saraṇaṃ gacchāmi Aku pergi berlidung pada Dhamma සඞ්ඝං සරණං ගච්ඡාමි Saṅghaṃ saraṇaṃ gacchāmi Aku pergi berlindung pada Sangha දුතියම්පි බුද්ධං සරණං ගච්ඡාමි Dutiyampi Buddhaṃ saraṇaṃ gacchāmi Untuk kedua kalinya aku pergi berlindung pada Buddha දුතියම්පි ධම්මං සරණං ගච්ඡාමි Dutiyampi Dhammaṃ saraṇaṃ gacchāmi Untuk kedua kalinya aku pergi berlindung pada Dhamma දුතියම්පි සඞ්ඝං සරණං ගච්ඡාමි Dutiyampi Saṅghaṃ saraṇaṃ gacchāmi Untuk kedua kalinya aku berlindung pada Sangha තතියම්පි බුද්ධං සරණං ගච්ඡාමි Tatiyampi Buddhaṃ saraṇaṃ gacchāmi Untuk ketiga kalinya aku berlindung pada Buddha තතියම්පි ධම්මං සරණං ගච්ඡාමි Tatiyampi Dhammaṃ saraṇaṃ gacchāmi Untuk ketiga kalinya aku berlindung pada Sangha තතියම්පි සඞ්ඝං සරණං ගච්ඡාමි Tatiyampi Saṅghaṃ saraṇaṃ gacchāmi Un...

Ucapan tahun baru dalam bahasa Pali

Di hari pertama di tahun baru ini aku hanya ingin meninggalkan jejak yang mungkin akan berkesan bagiku nanti. Aku ingin menuliskannya dalam bahasa Pāli. Suppabhātaṃ Gatarattiyaṃ sabbeva mayaṃ navasaṃvaccharaṃ ussavaṃ pavattimha. Amhesu ekacce mittehi vā piyapurisehi vā saddhiṃ antonagaraṃ gantvā, kiñci bhuñjitvā, gehaṃ paccāgacchiṃsu. Ekacce manussā ekaṭhāne sannipātitvā kiñci pacitvā taṃ ekato bhuñjitvā na sayiṃsu. Sabbattha naccaṃ vā gītaṃ vā tāḷaṃ susamāhitaṃ ahesuṃ. Sabbeva sukhitā ahesuṃ. Asmiṃ navasaṃvacchare kāle, manussā sukhitanavasaṃvaccharaṃ abhinandanaṃ aññamaññaṃ bhāsanti. Chāyārupaṃ lekanampi honti. Mittānañca sahāyānañca ñātīnañca ācariyānañca abhinandanaṃ pesenti. Ahampi evaṃ karomi. Asmiṃ navasaṃvacchare amhehi bahukiccāni kātabbāni honti. Amhehi kusalaṃ bhāvitabbaṃ, ākusalaṃ vajjitabbaṃ. Punappunaṃ kusalaṃ kātabbaṃ hoti. Atītakālo itihāso, anāgatakālo appatto hoti. Atītaṃ mā socayittha. Anāgataṃ mā pajappetha. Idhāneva yāpetha. Atītato amhehi satthāni uggaṇhi...

Hal yang Menarik dari Bahasa Jawa dan Bahasa Pāli

Hal yang Menarik dari Bahasa Jawa dan Bahasa Pāli Bahasa Jawa adalah bahasa yang digunakan orang Jawa untuk berkomunikasi sehari-hari. Seiring berjalannya waktu, bahasa ini menyebar ke berbagai wilayah di Indonesia hingga luar negeri. Bahasa Pāli adalah salah satu bahasa daerah di India yang sekarang sudah tidak dipakai lagi di sana, tetapi masih terpelihara sebagai bahasa kitab suci agama Buddha. Kedua bahasa itu memiliki beberapa hal yang menarik yang perlu kita ketahui. Namun di sini saya tidak akan membicarakan semua hal yang menarik dari kedua bahasa tersebut. Saya hanya ingin berfokus pada kosa kata yang memiliki makna. Dalam Bahasa Pāli, beberapa kosa kata memiliki makna. Ini hampir mirip dengan Kereto Boso atau Jarwodhosok yang ada dalam Bahasa Jawa. Contoh Jarwodhosok dalam Bahasa Jawa,  antara lain: Kuping = kaku tur njepiping. Kuping atau telinga adalah indra pendengar yang ada di samping kepala yang memiliki bentuk agak mekar dan sedikit kaku. Gedhang = digeget y...

Nasib Bahasa Jawa yang Hampir Senasib Dengan Bahasa Pali

Bahasa Pāli dikenal sebagai bahasa kitab suci agama Buddha, khususnya tradisi Theravāda. Ini dipercaya sebagai dialek Pertengahan Indo-Aryan, yang disebut sebagai māgadhi. Komentator Bhikkhu Buddhaghosa, mengatakan bahwa bahasa yang digunakan oleh Buddha dalam pengembaraan membabarkan Dhamma adalah māgadhi. Meskipun seiring berlalunya waktu, bahasa māgadhi mengalami perubahan. Perubahan ini menyebabkan terjadinya pengelompokkan menjadi tiga bentuk; māgadhī (bahasa istana dan orang-orang terpelajar), addhamāgadhī (bahasa para pedagang), dan suddhamāgadhī (bahasa murni māgadhī, yang kenal sebagai Pāli). Bahasa kitab suci agama Buddha terkadang disebut sebagai suddhamāgadhī untuk membedakan dengan addhamāgadhī, yang merupakan bahasa yang digunakan oleh Jainisme.  Dialek Pertengahan Indo-Aryan, yang disebut sebagai māgadhi, adalah bahasa yang umum digunakan oleh masyarakat. Di waktu itu, perbedaan kasta juga mempengaruhi penggunaan bahasa. Orang-orang berkasta tinggi berbicara de...

Logat Bahasa Pali

Logat Bahasa Pali Tulisan ini sengaja saya tulis sebagai respon dari perintah guruku bahasa Pali. Idealnya memang sebagai murid, apapun yang diajarkan guru, itulah yang akan dipakai. Tapi bagaimana dengan saya? Cerita singkatnya, guruku bahasa Pāli, suatu ketika bertanya kepadaku tentang kosa kata bahasa Pali, dan aku menjawabnya benar tapi dari segi ejaan sulit dipahami baginya. Menurutku itu benar karena saya menggunakan aksen atau logat Indonesia. Tapi beliau kemudian membetulkan ejaannya sesuai dengan aksen guruku atau logat sri lanka. Demikian terjadi berulang-ulang dan akhirnya dia berkata bahwa aku harus mengubah logat Pali-ku menjadi logat seperti mereka karena saya belajar bahasa Pāli di Sri Lanka. Berbicara tentang logat atau aksen, aku membandingkan ini dengan bahasa Inggris. Walau ada beberapa negara yang menggunakan bahasa Inggris juga, tapi logat mereka berbeda-beda. Logat bahasa Inggris seharusnya sama dengan orang-orang Inggris, tapi kenyataan setiap negara memil...

Tanya Jawab dalam Bahasa Pāli

Tanya Jawab dalam Bahasa Pāli Kosa Kata Kalimat Tanya Apa: kiṃ; ya, kittaka? Di mana: kattha; kuttha; kutra; kuhiṃ; kahaṃ; kva? Kapan: Tadā? Siapa: Ko / Kā? Kepada siapa: kaṃ? Milik siapa: kassa? Darimana: Kuto? Bagaimana: Kathaṃ, kenākārena? Berapa banyak (tak dapat dihitung / Ing. How much): Kittaka; kiva? Berapa banyak: Kati; kittaka? Mengapa: Kasmā; kena? Contoh Sederhana Tanya Jawab dalam Bahasa Pāli Ko tvaṃ? ahaṃ Suratno. Siapa kamu? Saya Suratno. Kuhiṃ tvaṃ vasasi? ahaṃ Salatiga nāma padese vasāmi. Di mana kamu tinggal? Saya tinggal di daerah Salatiga. Sisso bhavasi? Āma, ahaṃ sisso bhavāmi. Apakah kamu seorang murid? Iya, saya seorang murid. Kuhiṃ tuyhaṃ pāṭhasālaṃ atthi? Kopeng nāma gāme. Di mana sekolahmu berada? Di desa Kopeng. Kiṃ tvaṃ uggaṇhasi? Bahusippāni ahaṃ uggaṇhāmi. Apa yang kamu pelajari? Saya belajar banyak mata pelajaran. Kati sippāni bhavanti? Pañcadasa sippāni bhavanti. Ada berapa banyak mata pelajaran? Ada lima belas mata pelaj...

Mengucapkan Selamat Ulang Tahun dalam Bahasa Pali

Gambar
Mengucapkan Selamat Ulang Tahun dalam Bahasa Pāli Baik dalam dunia tatap muka maupun dunia media, mengucapkan selamat sepertinya menjadi hal yang sudah umum dilakukan. Seperti misalnya ketika ada seseorang yang berulang tahun, biasanya teman-teman dekatnya akan memberikan ucapan selamat dan harapan-harapan baik kepadanya. Namun rupanya tidak banyak umat Buddha yang mengetahui bahasa Pali. Alhasil, ketika temannya berulang tahun, yang disampaikan hanyalah kalimat “āyu vaṇṇo sukhaṃ balaṃ.” Di sini, “āyu” berarti umur panjang, “vaṇṇo” berarti paras yang indah, “sukhaṃ” berarti kebahagiaan. Dan “balaṃ” berarti kekuatan. Memang kalimat ini mudah sekali diingat, apalagi ini juga terdapat di buku panduan puja bakti. Atau barangkali kalimat ini sering diucapkan oleh para bhikkhu setelah menerima dana makanan dari umat. Namun sayang, hanya kalimat 'āyu vaṇṇo sukhaṃ balaṃ' tanpa disertai 'bhavantu te' atau 'hontu te' tidak mengandung arti harapan. Dengan kata l...